Untitled



Untukmu seseorang di masa lalu

 Aku tak mengerti mengapa jadi begini? Apakah urusanku denganmu memang belum selesai? Mengapa kau datang lagi dalam hidupku, memberi sercercah kehangatan yang dulu kudambakan. Ya dulu memang itu sangat kudambakan-tapi itu dulu tidak sekarang. Aku tak tega menjadikanmu pelarianku apalagi cadanganku--kau bukan cadangan--buatku kau adalah seseorang yang sangat berharga. Kau telah banyak mengajariku arti menunggu, arti berharap, arti mengasihi  tanpa harus menuntut balas. Hingga akhirnya aku benar-benar sadar bahwa kau tak pernah menghendaki keberadaanku dalam hidupmu. Kau terus mencari cintamu yang dulu hilang, saat kita bersama. Hei tidak cukupkah diriku yang selama ini selalu ada untukmu dan kau lebih memilih dirinya? Entahlah mungkin Tuhan sudah kasihan padaku yang selalu mengharapkanmu untuk menoleh sedikit padaku, melihat bahwa perasaan ini tulus. 

Ya, kau memang selalu begini datang dan pergi dalam hidupku. Kau selalu datang disaat-saat aku mulai bahagia menikmati ketidakhadiranmu dan pergi saat hati ini mulai mengharapkanmu lebih. Ahh betapa bodohnya diriku ini! Aku lelah menghadapi mu, aku lelah karena aku tidak pernah bisa membencimu. Asal kau tahu aku sudah mengaharapkanmu selama 7 tahun. Sejujurnya aku tidak ingin hitung-hitungan soal perkara kasih tapi aku tidak ingin menjadi seorang tiang garam yang tidak mampu bergerak maju karena selalu menoleh ke belakang, ke arahmu.

Hei, akankah kau tahu dirimu adalah cinta pertamaku? Kau mampu membuatku bertahan bertahun-tahun tapi kemudian kau hempaskan perasaan ini seperti membanting gelas kaca dari atas tebing. Ya mungkin saat melakukannya kau sedang mabuk dengan bidadari khayalanmu itu. Bodoh.

Kini saat kau datang lagi hatiku sudah beku, seperti rumah tak bertuan yang setiap sudutnya penuh dengan kunci. Akankah pintu itu dapat terbuka lagi olehmu ataukah ada seorang lain yang dapat membukanya? Aku tidak tahu. Maaf hatiku sudah terlalu dingin untukmu, ku rasa luka itu masih ada dan masih butuh waktu untuk dipulihkan. Maaf aku belum bisa mengizinkanmu mendekatiku lagi. Maaf, ku mohon jangan mendekatiku lagi. Aku berdoa kau dapat yang terbaik dan lebih baik dariku-seseorang yang lebih tulus mengasihimu dibanding aku. Pergilah masa laluku, tenanglah di alam khayalmu, biarkan aku berjuang lepas dari bayang-bayangmu itu. Pergilah.

 Dariku seseorang yang tak kau rindukan~

Komentar